Rabu, 26 Juni 2013

Postpone

     Dari awal memutuskan untuk menambatkan hati padamu, aku tahu hal ini sangat mungkin terjadi. Namun aku tidak pernah mengira akan sesedih ini rasanya.
     1 tahun 2  bulan 26 hari, sungguh waktu yang singkat. Aku masih ingat hari pertama aku menyatakan cinta padamu. Aku bahkan masih ingat waktu pertama kali mengajakmu jalan. Waktu itu kau ingin melihat pesta kembang api. Matamu tak henti-hentinya memandang langit yang penuh cahaya. Dan aku tak henti-hentinya memandang cahaya yang terpancar dari wajahmu yang girang itu. Wajahmu lebih indah dari semua cahaya kembang api yang menghiasi langit.
     Sungguh waktu yang singkat. Aku bahkan tidak sempat mengucapkan kata-kata perpisahan padamu.
     Ya, aku mengerti. Mungkin sangat sulit bagimu untuk menghadapi semuanya, sampai tidak bisa bertatap muka denganku. Mungkin dengan tidak menatap linangan air mata yang mengalir ini, akan membuatmu lebih mudah menjalani hari. Melupakanku.
     Ya, aku mengerti.
     Dan tinggallah aku di sini, menatapi jejak bekas kau singgah di hatiku. Sendiri. Menangis. Menunggumu.
     Kau memintaku untuk tidak bersedih karenamu. Kau tahu, aku juga ingin andai ku bisa. Tapi apa yang dapat kuperbuat? Air mata ini tetap menetes dengan sendirinya, perlahan, lalu deras.
     Cengeng.
     Biarlah. Karna hanya dengan inilah aku bercerita tentang beban hati yang kuterima. Aku suka. Lebih sunyi, tidak ada yang mendengar, hanya aku.
     "Apa kita bisa bersama lagi nanti?" Aku memberanikan diri, bertanya.
     "Gak ada yang gak mungkin". Begitu jawabmu, singkat.
    Terdengar tidak pasti. Semua memang tidak pasti. Tidak ada dari kita yang bisa memastikan. Dan dari semua ketidakpastian itu, aku tidak takut dengan ketidakpastian jawaban orang tua mu kelak. Yang aku takut jawabanmu nanti adalah tidak.
     Dan tentang semua perasaan ini, hanya Allah yang tahu akhirnya.
     "Hal ini pasti demi kebaikan kami berdua", Aku mencoba berfikir positif. Sedikit menenangkan. Lalu ku bersihkan sisa-sisa air mata dari wajahku yang sembab. Mencoba tersenyum.
     Bismillahirrohmanirrohim.
     Kuayunkan langkah pertamaku, berjalan untuk kembali mengejar cintamu. Kali ini tidak dengan bertemu dan menghabiskan waktu memandang kembang api. Tapi dengan berdoa, bersabar, dan menabung waktu, menundanya untuk ku habiskan nanti bersamamu.
     Semoga Allah mengabulkan semua itu.
     Amin..

0 komentar:

Posting Komentar

Tengs buat yang udah walking2 di blog saya...
Dan tengs lagi buwad yang udah menuliskan komentarnya..
Salam Kenaaal....^,,^