"Syuuuuuuuuutttt.....Daaarrr.....Deeerrr......Dooooorr...."
Gue yang sedang mencuci piring segera berlari ke teras kamar dengan tangan penuh busa, mulut penuh busa, dan kaki yang bertebaran kesana-kemari. Mata (seksi) gue mengarah ke tempat dimana suara itu berasal. Sedangkan lubang hidung gue masih mengarah ke bawah (ya iya lah).
"Waaahhh.....Kerreeeennn...", Gue berguman sambil mata tetap memandang langit, lokasi suara keras tersebut.
Kembang api emang keren.
Malam ini adalah malam perayaan Imlek. Jadi, seperti tahun-tahun sebelumnya, pasti banyak kembang api. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya juga, gue pasti jalan-jalan,keliling kota untuk menyaksikan yang namanya pesta kembang api.
Namun, malam ini sedikit agak berbeda, gue gak punya kendaraan. Ini dikarenakan gue, sekeras apapun gue mencoba, gak bisa jadi abang yang jahat. Gue selalu mengalah sama adek gue dalam hal penggunaan barang. Begitu juga malam ini. Karna adek gue mau menjalankan misinya sebagai salah satu pendidik anak bangsa, yakni memberikan les ke rumah salah satu anak didiknya, gue, dengan berat hati merelakan dia make' motor.
Gue tetap berharap bisa pergi, dengan menumpang pada salah satu temen. Tapi kaya'nya harapan tersebut makin tipis aja. Sms gue dari setengah jam yang lalu belum dibalas. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 19.30 an. Huft.
Tapi gue mutusin tetap mau menunggu, sambil mencuci piring, yang berakhir dengan berkeliarannya gue di depan teras kamar, menyaksikan ledakan kembang api yang mewarnai langit malam hari.
Pucuk di cinta ulam pun tiba. Gajah mati meninggalkan gading. Bagai melukis di atas air. Ternyata penantian gue gak sia-sia. 15 menit kemudian hape gue bunyi. Sms diterima.
"Aq udah di lokasi nu, kesini aja langsung. Maaf tadi gak ada boncengan, penuh semua." Begitu bunyi sms balasan tersebut.
"Ada cowok yang ikut gak", gue balik nanya.
"Rame", balas dia singkat.
Sekedar info, yang ngajak gue ini berjenis kelamin perempuan, karena takut gak ada anak cowok yang datang, maka wajib hukumnya bagi gue untuk menanyakan pertanyaan "ada cowok yang ikut gak" tersebut, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Gue putuskan pergi. Tapi pake apa? Motor dipake adek. Mobil masih belum beli. Permadani terbang gak punya. Oh, iya, si Hendri kan gak kemana-mana, jadi bisa pinjem motor dia, pikir gue.
Hendri yang dari semenit yang lalu tereak-tereak nyanyi lagu Dmasiv versi aransement nya sendiri, gue colek n gue rayu buat minjemin motornya ke gue. Pokoknya mesti dapet. Kalo si Hendri nolak, bakal gue paksa, gue ancem bakal gue grepek-grepek sampai mati, gue bergumam napsu dalam hati.
Tapi karna pada dasarnya Hendri adalah manusia baik dan gak pernah bolos pelajaran Bahasa Indonesia, maka dengan mudahnya dia ngasih kunci motornya buat gue pake'. Lo emang temen gue Hen. Kalo aja muka lo gantengan dikit, udah gue cium kali.
Gue pun gak menyia-nyiakan waktu, gue langsung kabur ke KOREM. Ya, lagi-lagi tempat tersebut yang menjadi lokasi buat ngumpul.
Karna kondisi jalan yang sangat padat, jadi perlu waktu lebih lama dari biasanya untuk sampai di sana.
Kira-kira 20 menitan, gue sampai. dari hasil anamnesis lewat sms, gue dapet info kalo mereka (temen-temen gue) lagi makan jagung bakar, dekat tangga. Mata gue pun berkeliaran buat mencari, di manakah orang-orang tersebut berada. Dan akhirnya, ketemu. Mereka lagi asik bercanda, seru kaya'nya.
Gue mulai mengidentifikasi, ada Nisa, Asa, Risa, Risna, Evi, Devi, Siti.....
Risna, Risa, Asa, Devi, Siti, Nisa, Evi....
Risna, Risa, Asa, Devi, Si....
.......
.......
Arrrrggghhhh..... Kenapa cewek semuaaaaaaaaaaaaa........????
Gue menghampirin meja mereka,
"Ncit, kok cewek semua ?? Katanya ada anak cowok yang ikut." Gue bertanya agak kesal.
"Kan aku bilang rame... Itu cowok semua." Jawab dia sambil nunjuk ke pengunjung lain.
"Iya sih, tapi kan maksud ku anak cowok temen kita. Anggi, Minul, Anak-anak PJK." Gue tambah kesal.
"Hehehe... Sory nu, tadi tu pas si Risa sms ngasih tau kalau ini acara hanya untuk cewek, aq udah terlanjur sms anak cowok. Dan ternyata yang mau ikut cuman Nunu aja." Jawab Siti.
"Udah lah, udah terlanjur, duduk aja. Sekali-sekali ngumpul sama cewek-cewek," Risna menimpali yang gue setujui dengan mengambil kursi kosong dan duduk satu meja bersama mereka.
Awalnya gue pikir bakalan mati bosan gue karna mendengarkan obrolan para wanita ini. Tapi lama-lama asik juga. Walau gue rada-rada gak nyambung dalam banyak topik. Di tambah traktiran jagung bakar sama si Siti, jadi lebih asik, hehehehe.
Setelah makan jagung bakar, Siti dan Evi pulang. Gue dan anak-anak cewek yang lain mutusin buat berkeliling bentar, melihat barang dagangan orang, tanpa ada sedikitpun niat membeli. Ada mainan lucu yang menarik perhatian gue. Mainan tersebut berbentuk sapi ajaib (karna bisa berdiri) yang bisa joget. Si sapi tersebut bergerak, berjoget dengan menggoyang-goyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Mirip sapi disko. Lucuuuu... Kami dan pengunjung yang lain sampai tertawa dibuatnya.
Jam menunjukkan pukul 10 an malam dan kami sukses berkeliling dengan geje ples ria. Habis keliling, kami memutuskan langsung pulang. Sepanjang jalan, gue terkagum-kagum sama kembang api yang di nyalakan. Gue, sama Risa, sempat berhenti sebentar di depan Kantor Gubernur, menyaksikan pesta kembang api yang baru dimulai. Cuma sebentar karena gue gak enak sama Hendri kalau kemalaman pulangnya.
Sampai di kamar, gue makan nasi yang tadi belum sempat gue makan, sambil mendengarkan dan menyaksikan alunan musik yang di hasilkan dentuman kembang api yang saling bersahutan.
Thank's Allah,, for the rahmat dan kasih sayang-Mu hari ini. Tanpa itu semua, gue pasti gak bakal bisa menikmati malam ini. Thank's.
0 komentar:
Posting Komentar
Tengs buat yang udah walking2 di blog saya...
Dan tengs lagi buwad yang udah menuliskan komentarnya..
Salam Kenaaal....^,,^