Senin, 04 April 2011

About This Day

     Postingan ini gue persembahkan buat pembaca setia blog gue, Affan. Orang ke-tiga yang tau keberadaan blog  melata gue, yang dari kemaren ngancem-ngancem pake ikan asin, sambil nyuruh gue bikin postingan baru..
     Thengs Fan, for all your time....=D

     Gue merasa hari ini begitu indah. Dan gue pengen mengabadikannya di dalam blog gue. Mungkin dengan menulis kalimat begini :
     Manusia yang bernama Ibnu Rahman merasa sangat bahagia pada hari senin, tanggal 4 April 2011.
     .....
     Oke, norak....=,=..

     Mungkin sebagian dari kalian bertanya-tanya, kenapa bisa hari ini menjadi sangat spesial. Dan mungkin sebagian besar lain tidak pengen tau, karna emang gak penting. Tapi, yakinlah, dengan membaca ini, kalian paling tidak punya jawaban kalau nanti di tanya malaikat di akhirat.
     Malaikat    : "apa yang kalian lakukan waktu hari kamis,tanggal 7 April 2011 jam 8 malam?"
     Udin (nama samaran yang lagi populer) : "ngebaca blog Ibnu, Kat".
Nah, bebas dari hal yang menghasilkan dosa, kan??... Hehehe

     Hal pertama yang ngebikin hari ini spesial adalah karna hari ini adalah hari pertama modul Imun dan Infeksi, yang artimya gue bakal punya temen kelompok diskusi yang berbeda, yang berarti gue bakal punya pengalaman berinteraksi dengan orang yag berbeda pula.
     Modul ini dimulai dengan kuliah pengantar dari dr. Didiek sebagai sebagai hidangan pembuka. Dan dari kuliah singkat tersebut, gue kira ini modul bakalan seru karena ada praktek VCT ke pasien HIV di RSU Soedarso.
     Apa itu VCT ?
     Ntah lah. Gue juga belum ngerti sepenuhnya dengan rangkaian 3 huruf tersebut. Yang gue tau cuman di dalemnya ada interaksi dengan pasien. Dan gue suka...;)
     Yah, mungkin perlu pembaca ketahui bersama, kalau salah satu hal yang membuat gue, dan mungkin sebagian besar temen gue satu angkatan, senang belajar di kedokteran walau IPK pas-pasan (lebih tepatnya di pas-pasin), adalah karna seorang manusia yang disebut pasien. Bukan berarti kami senang jika ada orang yang sakit. That's not the point.
     Pasien membuat kami, para dokter (atau dalam hal ini, gue = calon dokter), merasa menjadi seseorang yang benar-benar berguna untuk masyarakat. Bisa mempunyai kesempatan untuk menghilangkan rasa sakit mereka. Lebih tepatnya, bisa jadi perpanjangan tangan Allah buat kesembuhan mereka.
     Rasanya senaaaaaaang sekali. Melebihi rasa senang gue, waktu gue tau kalau gue adalah laki-laki (hehehe.. =p).
     Pasien juga membuat semangat belajar Kami meningkat drastis, kaya' gerakan raksa termometer waktu di colokin ke ketek orang demam. Wuuuussshh... Menanjak!!
     "Kalau gak belajar serius, ntar gak bisa mentreatment pasien dengan baik", pikir gue, yang gue barengin dengan tekad berhenti buat main-main upil, dan ganti dengan main-main kadaver.

     Hal kedua yang bikin hari ini indah buat di kenang, yakni bayangan karya gue bakal dicetak dan dibaca (mudah-mudahan) oleh banyak orang, bukan hanya temen-temen sekampus gue. Gak ada hal yang lebih membahagiakan bagi seorang penulis, selain karya nya dibaca oleh orang lain. Walau nantinya melahirkan kritikan, rasa senang karna ada yang mau membaca itu akan mengalahkan rasa kecewanya, dan membuat semangat menulis lebih dahsyat dari sebelumnya.
     Oiya, mengenai tulisan gue yang akan dicetak dan diterbitin tersebut, gue pengen memberikan sedikit keterangan berkaitan dengan komentar dari para editornya.
     Kalo kalian mendapati banyak kesamaan gaya penulisan antara gue dan Raditya Dika, itu adalah hal wajar, karna emang beliau lah inspirasi gue buat nulis. Seorang dokter spesialis mata sekaligus penulis yang bernama Ferdiriva Hamzah juga merupakan tokoh idola gue.
     Tentunya kalimat di atas tidak di maksudkan buat nyama-nyamain kemampuan mereka dalam hal menulis dengan kemampuan gue yang catek. Gak sama sekali. Bahkan buat di tulis sejajar di buku gambar anak TK aja gak pantes. Gue cuman bermaksud nunjukin kalo mereka berdualah yang mengilhami gue. Dan gue pengen kaya' mereka. Pengen berbagi lewat tulisan. Karna gue kurang pandai berbagi lewat lisan.

     Hal terakhir yang membuat hari ini pantas buat gue kenang adalah karna dia.
     Ntah kenapa (lagi-lagi gue gak tau alesannya), hari ini dia terlihat begituuuuu cantik. Bukan, bukan berarti hari-hari sebelumnya dia jelek. She's always amazing. Namun, ntah karna pakaian yang dia pakai (atau karna yang lain) hari ini dia terlihat lebih cantik dari biasanya. Kalau saja reaksi gue bisa kaya' di serial anime, mungkin gue udah melayang sambil mimisan. Dan butuh transfusi biar gak mati.
     Huhuhu...
     
     Finally, gue pengen negasin lagi kalau hari ini indah buat gue. Dan alasan-alasan di atas menjelaskan kenapa gue bilang begitu.
Read More … About This Day